Postingan

TIGA CARA MENDAPATKAN PAHALA SHOLAT SEMALAM SUNTUK

Bismillah.. 1️⃣. Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang melaksanakan sholat Isya berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan sholat separuh malam.. dan barangsiapa yang melaksanakan sholat Shubuh berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan sholat semalaman penuh..” [ HR. Muslim no 656 ] 2️⃣ Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Siapa yang sholat (tarawih) bersama imam sampai ia selesai (sholat witir), maka ditulis untuknya pahala qiyam (sholat) satu malam penuh..” [ HR. An Nasai no. 1605 ] 3️⃣. Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala sholat sepanjang malam..” [ HR. Ahmad ] Shohiih Al Jaami’, no. 6468 ● Terkait amalan no 3, ada DUA kemungkinan makna hadits: 1️⃣. membaca 100 ayat pada sholat malam (tahajjud), atau 2️⃣. membaca 100 ayat secara umum baik di dalam sholat maupun di luar sholat yang aman dan terhindar dari perbedaan pendapat ya kita baca saja 100 ayat...

BERTAMU DENGAN CARA NABI

ــــــــــــــسم اللّــــــــــــه الرّحمن الرّحيـــــــم  Hendaknya posisi berdiri tamu tidak di depan pintu dan menghadap ke dalam ruangan. Poin ini juga berkaitan hak sang pemilik rumah untuk mempersiapkan dirinya dan rumahnya dalam menerima tamu. Sehingga dalam posisi demikian, apa yang ada di dalam rumah tidak langsung terlihat oleh tamu sebelum diizinkan oleh pemilik rumah. . Sebagaimana amalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abdullah bin Bisyr ia berkata, . كان رسول الله إذا أتى باب قوم لم يستقبل الباب من تلقاء و جهه و لكن ركنها الأيمن أو الأيسر و يقول السلام عليكم السلام عليكم . “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum…”  (HR. Abu Dawud, shohih) Semoga bermanfaat.

TENTANG HATI YANG KERAS

Bismillah.. Allah Subhanahuwata'ala berfirman, أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ  "Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allâh hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya (sama dengan orang yang hatinya keras)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang hatinya keras untuk mengingat Allâh. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata."  [az-Zumar/39:22]  Ringkasan Tafsir “Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allâh hatinya untuk (menerima) agama Islam”, yaitu dengan dipermudah untuk mengenal-Nya, bertauhid kepada-Nya, taat akan perintah-Nya dan menjadi bertambah semangat untuk mengerjakan ajaran Islam. Dan ini adalah pertanda yang baik bagi seseorang.  “Lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya”, yaitu cahaya kebenaran yang membuat hatinya bertambah yakin. Apakah mereka itu sama dengan orang yang ...

PERINGATAN KERASA KEPADA ORANG YANG SHALAT TERLALU CEPAT HINGGA TIDAK TUMA'NINAH

Beliau Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: أسوأ الناس سرقة الذي يسرق من صلاته'. قالوا: يا رسول الله! وكيف يسرق من صلاته؟ قال: لا يُتمّ ركوعها وسجودها “Pencuri yang paling bejat adalah orang yang mencuri dalam shalatnya.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dalam shalat itu?” Beliau menjawab: "Yaitu dengan tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya." 📚 *Hadits Riwayat Ibnu Hibban no. 1888, dihasankan Al Albani dalam Ashl Sifat Shalat Nabi, 2/644.* Semoga bermanfaat.

BAGAIMANA HUKUM ORANG TUA MENGAMBIL UANG ATAU THR YANG DI BERIKAN PADA ANAK ?

BAGAIMANA HUKUM ORANG TUA MENGAMBIL UANG ATAU THR YANG DI BERIKAN PADA ANAK ? 🖌 Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA  حفظه الله تعالى 🌐 https://bit.ly/3w381tb Pertanyaan : Di hari raya biasanya anak-anak kita mendapat THR/uang saku dari kakek nenek, om tantenya.  Berhubung anak-anak belum bisa memegang uang dengan baik, akhirnya uang tersebut diambil untuk dimanfaatkan oleh orang tuanya. Halalkah uang tersebut dipake orang tuanya? Jika tidak boleh bagaimana yang sudah terlanjur dan solusi kedepannya? Jawaban : Tidak mengapa bagi kedua orang tua untuk mengambil uang milik anaknya, terlebih lagi tatkala anak-anak ini belum memiliki kemampuan untuk membelanjakan uang tersebut sebagaimana mestinya.  Disebutkan dalam salah satu riwayat bahwa Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu menyatakan : يَأْخُذُ الْأَبُ وَالْأُمُّ مِنْ مَالِ وَلَدِهِمَا بِغَيْرِ إذْنِهِ ، وَلَا يَأْخُذُ الِابْنُ وَالِابْنَةُ مِنْ مَالِ أَبَوَيْهِمَا بِغَيْرِ إذْنِهِمَا “Ayah dan ibu boleh mengambil harta anak...

Anjuran Menikah di Bulan Syawal ✨

Bismillah.. Setelah bulan suci Ramadhan, terdapat bulan Syawwal, di mana masyarakat sudah mengenal sunnah puasa 6 hari di bulan Syawwal. Akan tetapi ada juga sunnah lainnya di bulan Syawwal yaitu anjuran menikah di bulan Syawwal. Bagi yang sudah dimudahkan oleh Allah, bisa melaksanakan sunnah ini. Dalil sunnah menikah di bulan Syawwal ‘Aisyah radiallahu ‘anha istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan, تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي؟، قَالَ: ((وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ)) “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” (HR. Muslim). Sebab Nabi Shalallahu ...

Gara-gara Lisan ✨

 *بــــــــــــــسم اللّــــــــــــه الرّحمن الرّحيـــــــم* ┏━━━━━━━━━━ *༻☘༺* ┓   _*❁࿐ HADITS OF THE DAY*_ ✍ 📝 ━━━━━━━━━━━━━━━━┛ *_Gara - gara Omongan_* ━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 📖 Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ; مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” [Muttafaq ‘alaih : Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47] Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata ; ”Seseorang mati karena tersandung lidahnya. Dan seseorang tidak mati karena tersandung kakinya. Tersandung mulutnya akan menambah (pening) kepalanya. Sedang tersandung kakinya akan sembuh perlahan.” Sungguh beruntung orang yang banyak diam. Ucapannya dihitung sebagai makanan pokok. Tidak semua yang kita ucapkan ada jawabnya. Jawaban yang tidak disukai adalah diam. Sungguh mengherankan orang yang banyak berbuat aniaya. Sementara meya...